Manajemen supply chain corona

Pandemi Corona yang menjangkiti hampir seluruh dunia ikut memberikan dampak nyata kepada manajemen supply chain di berbagai industri dunia. Sebanyak 938 perusahaan yang tergabung dalam Fortune 1000 Companies merasakan dampak dari penyebaran virus Covid-19. Perusahaan tersebut berada di tier 1 dan tier 2 yang merupakan perusahaan ternama misalnya Apple, Microsoft, Nissan, dan ExxonMobil. Di Indonesia sendiri beberapa aktivitas logistik mengalami penurunan, seperti aktivitas kapal kargo dan jasa pengiriman yang dimiliki Pos Indonesia yang mengalami penurunan hingga 56%.

Jadi, menanggapi disrupsi tersebut berikut adalah enam kunci dilansir McKinsey agar manajemen supply chain dapat bangkit dan bertahan di tengah pandemi Corona

1. Manajemen yang transparan

Manajemen supply chain di tengah pandemi corona
Transparansi manajemen merupakan langkah awal untuk menyusun strategi supply chain di tengah Corona

Kunci pertama adalah tetap menjunjung transparansi di semua manajemen tingkat manajemen supply chain. Mulai dari perencanaan, perusahaan harus menentukan komponen kunci untuk operasi bisnis Anda. Setelah komponen kunci sudah teridentifikasi, perusahaan dapat menilai berbagai kemungkinan resiko yang terjadi dari pihak-pihak bisnis terkait mulai dari produsen hingga konsumen. Komunikasi menjadi hal penting dalam hal ini. Perusahaan harus menginisiasi komunikasi yang terbuka dan transparan. Produsen harus terlibat dengan semua pemasok mereka di semua tingkat dan membangun serangkaian perjanjian bersama untuk memantau waktu dan tingkat persediaan stok sehingga dapat mengantisipasi peringatan dini jika terjadi gangguan dalam stok.

2. Estimasi stok yang tersedia

Manajemen supply chain corona
Estimasi stok yang tersedia untuk cepat menentukan strategi bisnis perusahaan dalam beberapa waktu ke depan

Perusahaan harus memetakan berapa banyak stok yang masih tersedia, mulai dari bahan baku hingga bahan jadi untuk dapat memperkirakan kelangsungan operasi bisnis Anda kedepannya. Kapan Anda harus mulai melakukan re-stok bahan yang diperlukan, siapa saja yang dapat menyediakan bahan kebutuhan Anda tersebut, hingga bahan lain yang bisa menjadi alternatif produksi. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk estimasi stok meliputi:

  • Barang jadi yang disimpan di gudang-gudang.
  • Stok suku cadang yang dapat digunakan kembali untuk produksi produk baru.
  • Harus ada strategi penyelesaian untuk bagian-bagian produksi yang tidak lulus standar kualitas.
  • Proses pengiriman barang apakah lancar atau ada kendala karena bea cukai atau melewati daerah karantina.
  • Pertimbangkan untuk membeli kembali stok kepada pelanggan ataupun dealer saat ini.

3. Menilai secara realistis permintaan konsumen akhir

Perusahaan harus tahu kebutuhan mendasar yang dibutuhkan konsumen saat ini agar produksi barang bisa tepat sasaran

Di tengah pandemi Corona, permintaan konsumen menjadi hal yang krusial. Oleh sebab itu, perusahaan harus dapat memperkirakan lonjakan ataupun penurunan permintaan dan mempersiapkannya dengan baik. Perusahaan dapat mempersiapkannya dengan efektif melalui beberapa cara berikut:

  • Mengembangkan strategi perkiraan permintaan berdasarkan waktu dan update kasus pandemi yang terjadi untuk dapat membuat SOP yang sesuai.
  • Perkirakan permintaan konsumen berdasarkan data-data riset dari berbagai sumber. Lalu, buatlah suatu model pemasaran yang sesuai dengan kondisi perusahaan.
  • Pastikan selalu mengikuti perkembangan permintaan konsumen agar dapat bergerak cepat dalam mengantisipasi strategi pemasaran.

Melakukan produksi barang dengan jumlah yang lebih kecil dan lebih sering serta meningkatkan fleksibilitas dalam kontrak juga dapat meningkatkan hasil bagi para pemasok dan pelanggan Anda sehingga dapat menghemat biaya dan membuat bisnis tetap stabil.

4. Mengoptimalkan kapasitas produksi dan distribusi

Analisis skenario dilakukan dalam berbagai aspek

Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis skenario untuk menguji berbagai kapasitas dan skenario produksi untuk memahami implikasi keuangan dan operasionalnya. Mengoptimalkan produksi dapat dimulai dengan memastikan kesehatan dan keselamatan karyawan tentang masalah resiko infeksi dan pilihan untuk bekerja dari kantor maupun di rumah.

Kemudian, lakukan perencanaan skenario untuk memproyeksikan implikasi finansial dan operasional dari sistem karantina yang berkepanjangan dengan menilai dampak berdasarkan kapasitas yang tersedia. Perusahaan harus mampu melihat produk mana yang menawarkan nilai strategis tertinggi saat masa karantina maupun ketika pemulihan di masa mendatang.

5. Mengidentifikasi dan mengamankan kapasitas logistik

Teknologi akan membuat kapasitas bisnis perusahaan tetap terjaga.

Di tengah krisis Corona ini, bekerja dengan moda logistik menjadi penting agar tetap berada dalam mode #socialdistancing. Perusahaan dapat bekerja sama dengan para pelaku logistik untuk dapat mendistribusikan barangnya sesuai protokol karantina. Bagi perusahaan yang memiliki manajemen logistik sendiri dapat memanfaat teknologi seperti logistics software untuk memangkas biaya dan waktu sehingga tetap dapat memenuhi permintaan. Salah satu logistics software yang dapat mudah digunakan adalah Mile App yang meliputi manajemen sistem logistik dari hulu ke hilir. Mulai dari manajemen stok barang, manajemen transportasi, hingga manajemen para pekerja lapang yang berhubungan dengan customer.

6. Manajemen keuangan dan modal kerja

Perusahaan harus jeli untuk memangkas biaya modal yang tidak diperlukan selama pandemi

Rantai pasokan yang terbatas, penjualan yang melambat, dan margin yang berkurang dapat menambah lebih banyak tekanan negatif pada pendapatan dan likuiditas. Menjadi sangat penting bagi para pemimpin rantai pasokan untuk fokus membebaskan uang tunai yang terkunci di bagian lain dari operasi bisnis. Oleh sebab itu, sekali lagi perusahaan harus benar-benar jeli memetakan dan memprioritaskan area bisnisnya saat ini. Misalnya, mengurangi inventaris barang menjadi salah satu sikap yang bijaksana untuk menghemat keuangan dan mempertahankan bisnis.

Menghadapi krisis Corona, perusahaan harus mampu merancang manajemen supply chain  yang tangguh untuk saat ini dan di masa depan. Sikap yang detail dan cepat tanggap dapat memperbesar peluang bisnis untuk tetap bertahan dan menjadi lebih tangguh di kemudian hari. 

Mile App adalah platform logistik yang menyediakan ragam solusi untuk memudahkan kegiatan operasional sehari-hari dengan fitur seperti route optimization, real-time dashboard, dan e-POD.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here