Tren logistik dan supply chain 2021

Tidak terasa Desember sudah tiba, 2021 segera datang. Berbagai peristiwa bersejarah terjadi di tahun 2020 dan memberikan dampak kepada semua orang di dunia. Alhasil, berbagai ekspektasi mengalami pergeseran, termasuk di bidang logistik dan supply chain yang menduduki peranan semakin penting di masa mendatang. Sebagai pelaku bisnis, sudah seharusnya untuk terus beradaptasi terhadap perubahan yang ada. Lalu, bagaimana tren dari logistik dan supply chain di tahun 2021?

1. Perdagangan lintas batas (Cross border commerce)

Tren logistik dan supply chain 2021

Semakin tingginya arus globalisasi membuat konsumen semakin nyaman membeli dari luar negeri. Forrester memperkirakan perdagangan lintas batas secara langsung akan menghasilkan 20% dari e-Commerce pada tahun 2022, dengan penjualan mencapai $627 miliar – naik dari perkiraan sebelumnya, yang memperkirakan e-Commerce lintas batas akan mencapai $284 miliar pada tahun 2017.

Meskipun potensi besar namun ada tantangan tersendiri untuk perdagangan lintas batas ini, salah satunya adalah aturan geopolitik antar negara. Salah satunya solusinya bisa dengan memperkuat peran 3PL agar lebih fleksibel untuk menyesuaikan perubahan geopolitik dan melakukan outsourcing pengiriman lintas batas untuk membantu memastikan pengiriman tepat waktu, mengoptimalkan efisiensi, dan memaksimalkan keuntungan.

2. Bekerja dengan ahli 3PL

Tren logistik dan supply chain 2021

Praktik logistik melalui kerja sama dengan pihak ketiga (3PL) dapat mewakili praktik umum untuk tim manajemen rantai pasokan di banyak industri saat ini. Dengan menggunakan 3PL dan bantuan outsourcing untuk fungsi logistik dan pengiriman, perusahaan dari semua ukuran dapat fokus pada aspek kritis bisnis mereka.

Memanfaatkan 3PL memungkinkan perusahaan untuk membangun kekuatan mereka dan menawarkan layanan terbaik kepada pelanggan mereka. Untuk tren rantai pasokan 2021, perusahaan perlu mencerminkan fungsi-fungsi yang dinilai di antara 3PL, termasuk kemajuan berkelanjutan, penerapan teknologi baru, dan fokus yang kuat pada efisiensi pengiriman dan manajemen paket pengiriman.

3. Otomatisasi dan AI (Artificial Intelligence)

Tren logistik dan supply chain 2021

Otomatisasi (Automation) telah menjadi tren utama di berbagai industri selama dekade terakhir ini. Keberhasilan berkelanjutan di antara rantai pasokan yang merangkul teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) menunjukkan lebih dari sekadar tren. Otomatisasi memiliki kekuatan untuk membuat semua operasi rantai pasokan lebih efisien, andal, menguntungkan, dan sukses sebagai salah satu tren rantai pasokan utama 2021 yang harus diperhatikan tahun depan.

4. IoT

Tren logistik dan supply chain 2021

Internet of Things (IoT) mewakili satu lagi tren rantai pasokan 2021 yang perlu diperhatikan oleh bisnis logistik dan supply chain. Perangkat berkemampuan IoT bekerja untuk meningkatkan transparansi di seluruh jaringan rantai pasokan dari awal hingga akhir. Tren IoT telah menghasilkan daya tarik yang potensial seperti betapa mudahnya digunakan dalam operasional logistik dan supply chain. Hasilnya dapat meningkatkan efektivitas, meminimalkan waktu henti, bereaksi terhadap permintaan pelanggan, mengatasi masalah dengan data yang akurat, dan meningkatkan ROI secara keseluruhan.

5. Urban fulfillment

Tren logistik dan supply chain 2021

Penempatan pusat pemenuhan (fulfillment) cenderung berada dekat dengan lokasi perkotaan yang dapat diakses karena perusahaan 3PL berlomba untuk memperpendek jarak terakhir. Data dari Capgemini menunjukkan bahwa sebesar 55% konsumen akan beralih ke pesaing jika pesaing tersebut menawarkan layanan yang lebih cepat. Sementara menemukan ruang untuk mendirikan urban fulfillment akan menjadi tantangan bagi perusahaan 3PL karena harga tanah di perkotaan yang semakin mahal dan langka.

6. Logistik yang semakin ‘hijau’

Tren logistik dan supply chain 2021

Kebutuhan logistik yang ramah lingkungan semakin besar. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya konsumen sebesar 68% yang menilai bahwa keberlanjutan itu penting saat melakukan pembelian. Berbagai cara dapat diterapkan oleh pelaku bisnis untuk mewujudkan konsep bisnis yang ramah lingkungan. Misalnya, menggunakan bahan bakar alternatif, seperti gas alam cair untuk mengurangi jejak karbon mereka dan membantu pelanggan pengiriman mencapai tujuan keberlanjutan. 

Sementara dari sisi teknologi dapat menggunakan suatu software yang menawarkan optimasi dan otomatisasi untuk memangkas penggunaan kertas dan menghasilkan proses operasional logistik yang lebih efektif dan efisien. Misalnya melalui optimasi rute dan muatan untuk memangkas jarak dan bahan bakar.

Mile App adalah platform logistik yang menyediakan ragam solusi untuk memudahkan kegiatan operasional sehari-hari dengan fitur seperti route optimization, real-time dashboard, dan e-POD.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here