Logistik memiliki peran krusial dan sudah sangat melekat di era yang serba cepat ini. Perkembangan logistik juga dituntut semakin cepat, contohnya dengan adanya logistic software sebagai salah satu disrupsi digital di dunia logistik. Namun, logistik di awal kemunculannya, logistik tidaklah sekompleks sekarang ini. Berikut adalah beberapa fakta mengenai sejarah logistik.

Asal mula kata logistik

Kata logistik berasal dari bahasa Yunani, yaitu logos. Secara sederhana bermakna “rasio, alasan, kalkulasi”. Seiring dengan perkembangan bahasa Inggris dan Perancis, kata tersebut berkembang menjadi logistiki yang terpecah menjadi loger berarti tempat pengingapan. Kemudian berkembang menjadi logistics yang menggambarkan pengelolaan aliran barang dan sumber daya dari sebuah organisasi.

Majalah pertama yang memuat kata ‘logistics’ di dunia
Salah satu halaman majalah yang berisikan kata ‘logistics’

Kata logistics sendiri pertama kali muncul di awal Januari 1810 pada majalah berjudul Scots Magazine and Edinburgh Literary Miscellany for January 1810. Pada halaman 286, dikatakan bahwa Dr. William Muller, seorang pengajar ilmu militer di Universitas Gottingen berencana meluncurkan buku berjudul “The Elements of the Art of War”. Disitulah kata logistics dalam pertama kali muncul. Buku ini berisikan mengenai strategi-strategi militer untuk prajurit infanteri, kavaleri, artileri, dan pontonier. Baru kemudian pada tahun 1905, kata supply chain muncul pertama kali di koran The Independent, Inggris.

Awal mula isu logistik muncul ada di peperangan

Jauh sebelum istilah logistics muncul, pentingnya kegiatan logistik sendiri sudah terasa di Yunani pada zaman Aleksander Agung (Alexander The Great) saat perang Troya di tahun 460 – 400 SM (Sebelum Masehi). Saat peperangan tersebut, bangsa Yunani memiliki kendala untuk mensuplai makanan dan uang kepada pasukan. Akibatnya, aksi penyerbuan tidak maksimal karena mereka hanya melakukan penyerbuan-penyerbuan berskala kecil sehingga hasilnya tidak efektif dan menguras pengeluaran dan tenaga perang saat itu.

Salah satu gambaran ksi gajah sebagai pembawa logistik yang menyeberangi sungai

Gajah menjadi hewan yang diandalkan di masa itu sebagai pembawa barang pasokan logistik dengan aman. Namun, tetap saja proses logistik belumlah mencapai kepuasan maksimal mengingat pada akhirnya banyak gajah yang mati dalam peperangan tersebut (seperti yang dikisahkan pada cerita Hannibal dalam sejarah Romawi). 

Pentingnya kegiatan logistik juga diutarakan oleh Napoleon Bonaparte yang menciptakan beberapa inovasi logistik. Perubahan signifikan adalah pendirian kereta yang sepenuhnya difungsikan untuk kepentingan militer dengan strategi operasi yang memudahkan suplai logistik. 

Aktivitas logistik pada Perang Dunia I

Selama era Revolusi Industri, logistik mulai berkembang dengan menggunakan kereta dan kapal. Kemudian semakin berkembang di Perang Dunia I dengan perkembangan mesin motor. Pada Perang Dunia II logistik berkembang lebih besar baik secara kuantitas maupun kualitas. Para pelaku logistik pada saat itu menggunakan sistem supply point yang menempatkan bahan-bahan logistik di depo-depo lini belakang. Baru kemudian dikirim ke depan dan akhirnya didistribusikan ke titik-titik pasukan. 

Logistik setelah peperangan

Setelah Perang Dunia II usai, peran logistik beralih dari peperangan ke bisnis yang bernilai komersil. Distribusi barang dimulai dengan fokus pada kegiatan outbond. Manajemen logistik pun semakin berkembang akibat meningkatnya permintaan dan kebutuhan atas suatu barang.  Tidak hanya memastikan barang sampai dari satu titik ke titik lainnya, tetapi logistik sekarang juga memperhatikan aspek kualitas, kuantitas, jarak, dan ketepatan waktu pengiriman dan penerimaan barang.

Contoh aktivitas logistik di era modern

Diiringi dengan perkembangan teknologi, manajemen logistik menjadi semakin mudah. Salah satunya melalui logistic software yang dapat memudahkan monitoring stok dan pergerakan barang.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here