Route Optimization: Tingkatkan Efisiensi dan Pangkas Biaya Logistik

Pandemi Covid-19 telah memojokkan para pelaku usaha untuk lebih memperhatikan manajemen keuangan dan keberlanjutan bisnis mereka. Perusahaan harus melakukan langkah-langkah strategis agar dapat beradaptasi terhadap perubahan cepat ini. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan berfokus lebih ke proses logistik terutama last mile delivery. Berdasarkan data dari EFT, tiga tantangan utama dari manajemen pengiriman adalah efisiensi pengiriman (25%), margin (14%), dan permintaan konsumen (14%). Ketiga tantangan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan teknologi route optimization yang dapat diimplementasikan ke berbagai jenis bisnis.

Apa itu Route Optimization? 

Route Optimization: Tingkatkan Efisiensi dan Pangkas Biaya Logistik

Jika Anda memiliki puluhan hingga ratusan pesanan yang harus dikirimkan dengan batasan waktu dan kapasitas yang berbeda maka melakukannya secara manual bisa menjadi proses yang mahal dan membuat frustasi. Teknologi route optimization telah menjadi salah satu senjata terbaik untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas biaya logistik yang lebih baik. 

Sederhananya, route optimization  adalah suatu cara menemukan rute terbaik bagi para kurir/pengemudi untuk mengantarkan barang ke penerima. Rute terbaik yang dimaksud tidak berarti hanya menemukan rute terpendek atau waktu tercepat. Lebih dari itu, route optimization mempertimbangkan banyak variabel ketika Anda ingin meminimalkan waktu pengantaran untuk sejumlah perhentian. Beberapa variabel yang dipertimbangkan misalnya jendela waktu pengantaran (delivery time windows), jarak antara satu titik dengan titik lain, kapasitas kendaraan, berat dan volume barang, lalu lintas jalan, jadwal kurir/pengemudi, dll.

Kenapa Route Optimization penting?

Route Optimization: Tingkatkan Efisiensi dan Pangkas Biaya Logistik

Biaya untuk proses last mile delivery sendiri mencapai 53% dari total biaya pengiriman dan hingga 41% dari total biaya supply chain. Sebagian besar biaya ini merupakan akibat dari cara manual yang masih sering digunakan.

Penggunaan sistem manual menjadi isu pengantaran barang. Terlebih lagi ketika pandemi berlangsung, banyak terjadi perubahan cepat dan tiba-tiba. Banyak akses-akses jalan dan tempat umum yang dibatasi sehingga berdampak pada perubahan jam kerja toko-toko serta pola berbelanja masyarakat. Sistem manual yang masih digunakan banyak perusahaan akan membuat proses pengiriman barang itu sendiri menjadi lebih lambat.

Pertama, sistem manual bersifat tidak fleksibel karena tidak dapat menyediakan data secara real-time. Alhasil, perusahaan akan kesulitan memenuhi permintaan pasar karena tidak mengetahui stok barang dengan tepat. Kedua, diperlukan banyak waktu dan pengetahuan yang mendalam tentang bisnis Anda untuk merencanakan rute secara manual berdasarkan berbagai variabel. Akibatnya, Anda memerlukan staf pengiriman dan operasional dalam jumlah besar untuk mengelola armada kecil sekalipun.

Apalagi di saat pembatasan sosial karena pandemi, pengantaran barang menjadi tantangan besar karena banyak akses-akses jalan yang dibatasi. Perusahaan akan kebingungan untuk memetakan rute paling efisien di tengah perubahan tersebut sehingga mengakibatkan biaya perjalanan membengkak serta jadwal pengiriman yang kacau dan tidak tepat sasaran. Namun dampak paling buruk adalah stok barang di pasar, terutama toko kecil yang paling dekat dengan konsumen akan terancam keberadaannya.

Apakah aplikasi sejenis Google Maps sama dengan Route Optimization?

Route Optimization: Tingkatkan Efisiensi dan Pangkas Biaya Logistik

Jawabannya adalah tidak. 

Meskipun Google Maps berfungsi dengan baik untuk penggunaan pribadi namun Google Maps dan aplikasi sejenisnya tidak disarankan untuk tujuan komersial. Google Maps tidak memiliki semua variabel (constraint) yang Anda butuhkan jika Anda menjalankan layanan pengiriman atau bisnis lain yang mengharuskan tim Anda untuk berkeliling dan tiba di lokasi tertentu pada waktu tertentu sepanjang hari.

Optimasi rute menggunakan Google Maps hanya benar-benar berguna jika Anda pergi dari satu perhentian ke perhentian kedua. Fungsi ini menjadi tidak ideal jika Anda memiliki lebih dari dua perhentian yang perlu Anda kunjungi, apalagi jika Anda memiliki puluhan atau ratusan perhentian setiap hari.

Bagaimana Route Optimization meningkatkan efisiensi proses logistik? 

Route planning merupakan kunci penting agar pengiriman barang dapat berjalan optimal. Terlebih di Indonesia dengan letak geografis yang unik. Oleh sebab itu, digitalisasi perencanaan rute melalui route optimization dapat membantu perusahaan dalam menjawab tantangan-tantangan dalam proses last mile delivery tersebut. Perusahaan dapat memangkas jumlah jarak perjalan, waktu perjalanan, hingga memangkas biaya-biaya seperti bensin dan perawatan kendaraan. Hasilnya, perusahaan dapat meningkatkan jumlah pesanan yang diantarkan dalam satu kali perjalanan dan secara tidak langsung juga mengurangi waktu pengembalian dari suatu barang.

Perusahaan dapat menerapkan route optimization melalui dua cara, yaitu by route dan by vehicle. Perusahaan hanya cukup memasukkan beberapa data yang bisa disesuaikan dengan regulasi perusahaan masing-masing dan secara otomatis sistem akan memperlihatkan rute terbaik untuk pengiriman barang untuk masing-masing kurir ataupun armada. Perusahaan tidak hanya dapat memangkas jumlah waktu perjalanan, tetapi juga sumber daya yang ada. Dengan MileApp perusahaan dapat mengurangi penggunaan kendaraan hingga 10% dan mengurangi jarak yang harus ditempuh hingga 51%. 

Tidak sebatas itu, route optimization MileApp dapat membantu mengurangi waktu loading – unloading barang dan dikombinasikan dengan load optimization dapat menghasilkan skema terbaik untuk memaksimalkan jumlah barang yang dikirim. Sementara itu, manajemen dan administrator (dispatcher) dapat memantau pergerakan barang dan kurir secara real-time mulai dari awal barang keluar hingga tiba ke tujuan pengiriman. Dengan demikian, mereka dapat mengetahui jika sewaktu-waktu ada barang atau kurir yang diam/tidak bergerak sehingga manajemen dapat mengatasi isu tersebut dengan cepat.

Sebagai perusahaan teknologi MileApp berkomitmen menyediakan solusi supply chain untuk berbagai industri bisnis. Platform MileApp terbukti pada bisnis para klien kami dapat mengurangi biaya distribusi dan pengantaran barang sebesar 20%. Selain itu, perusahaan jadi lebih mudah untuk menyusun strategi bisnis dengan lebih efektif dari berbagai data akurat yang didapatkannya secara real-time.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here