last mile delivery

Last mile delivery menjadi salah satu indikator paling penting untuk memastikan loyalitas pelanggan. Namun, layanan ini hadir dengan serangkaian tantangan yang saat ini masih menjadi perhatian besar bagi perusahaan. Lebih dari 61% perusahaan logistik setuju bahwa pengiriman jarak jauh adalah proses yang paling tidak efisien di seluruh rantai pasokan.

Pertumbuhan industri e-commerce baru-baru ini telah mengubah pasar global. Konsumen telah menghabiskan $861,02 miliar untuk belanja online pada tahun 2020, naik 44% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan e-commerce ini diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai $4,48 triliun pada akhir tahun 2021.

Sementara kualitas last mile ini juga berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Sebanyak 56% pembeli tidak akan membeli dari suatu merek lagi jika mereka tidak puas dengan layanan pengiriman.

Demi memenuhi kebutuhan yang berkembang akan pengiriman yang lancar dan segera, perusahaan perlu mencari solusi pengiriman jarak jauh yang cepat dan fleksibel. Namun, sebelumnya, Anda perlu mengetahui tantangan apa saja yang biasa ditemui.

Tantangan last mile delivery yang sering dijumpai

last mile delivery

Masalah last mile berkaitan dengan pergerakan barang dari pusat pengiriman ke pelanggan akhir. Ada alasan mengapa proses ini memakan biaya tinggi dari semua proses logistik, yaitu semakin banyak pemberhentian yang harus Anda lakukan maka semakin banyak kemungkinan permutasi rute yang ada, yang berarti sangat sulit untuk menemukan rute yang efisien secara tepat waktu.

Proses last mile delivery tidak sama dengan pengiriman volume besar ke satu lokasi. Proses ini membutuhkan waktu untuk lebih sering berhenti, serta instalasi dan layanan lainnya. Serta potensi untuk menempuh jalan-jalan perkotaan yang padat atau medan pedesaan yang sulit. Penundaan dan inefisiensi cenderung menumpuk dengan cepat, dan hasilnya adalah lebih banyak waktu berkendara, lebih banyak waktu jeda (idle time), biaya bahan bakar dan tenaga kerja yang lebih besar, dan kerumitan yang tidak dapat dipertahankan.

Beberapa tantangan pada tersebut diantaranya adalah:

  1. Tingginya biaya pengiriman

Proses pengiriman terakhir dari produk Anda bisa menyumbang lebih dari 53% dari total biaya pengiriman. Salah satu alasan utama adalah kurangnya infrastruktur untuk mengirimkan produk tepat waktu.

Selain itu, upaya pengiriman yang gagal, rute yang panjang, gaji pengemudi, dan operasi armada secara signifikan memengaruhi biaya pengiriman. Terlebih dengan tingginya kompetisi saat ini, tentu konsumen tidak mau membayar biaya tambahan untuk pengiriman dengan kualitas sama yang bisa didapatkan di tempat lain.  

  1. Penentuan rute yang tidak efisien

Tantangan utama dalam merencanakan rute adalah berbagai faktor yang mempengaruhi pengiriman yang harus dipertimbangkan oleh tim. Ini termasuk jadwal pengemudi, kemampuan dan fitur kendaraan, ketersediaan pelanggan, dan banyak lagi. Semua ini sulit untuk ditangani secara manual.

Dengan bantuan software seperti logistics software atau route optimization software dapat menghasilkan rute terbaik dalam beberapa klik. Hasilnya adalah lebih banyak pengiriman per hari sehingga mengurangi biaya per pengiriman Anda.

  1. Visibilitas yang kurang transparan

Visibilitas ke dalam proses pengiriman adalah prasyarat paling penting untuk memastikan loyalitas pelanggan. Pembeli Anda menginginkan pengetahuan penuh tentang status paket mereka. 

Beberapa bisnis telah menawarkan kode pelacakan untuk mendapatkan visibilitas status pengiriman. Namun di zaman di mana teknologi mengatur setiap aspek kehidupan kita, kode pelacakan saja tidak cukup. Pelanggan menuntut informasi real-time tentang lokasi paket. Mereka perlu menyaksikan setiap langkah dari proses last-mile.

  1. Status gagal dan keterlambatan pengiriman

Potensi kegagalan dan keterlambatan pengiriman lebih besar pada proses last mile. Satu digit persentase pengiriman yang gagal dapat menambah biaya yang cukup besar dengan cukup cepat. Ada beberapa alasan mengapa pengiriman gagal terjadi, seperti pelanggan tidak ada di rumah karena kurir terlambat untuk datang sesuai dengan waktu yang diinginkan pelanggan, tidak ada opsi yang diberikan kepada pelanggan dalam hal penjadwalan pengiriman, dan alamat yang salah.

  1. Kejadian yang tidak terduga

Saat barang yang dikemas sedang dalam perjalanan, situasi yang tidak terduga dapat mengganggu pengiriman jarak jauh. Lalu lintas, cuaca buruk, atau masalah kendaraan adalah beberapa elemen yang berada di luar kendali Anda. Untuk mengatasinya, Anda perlu membuat rencana darurat sambil memastikan komunikasi yang lancar di antara tim Anda dan pelanggan sehingga tim Anda dapat mengirimkan solusi yang diperlukan dengan cepat.

Solusi

last mile delivery

Tantangan yang dijabarkan mungkin rumit, tetapi solusinya tidak perlu serumit dan semahal yang kita kira. Memilih sistem atau last mile delivery software yang menawarkan solusi sebagai berikut:

  1. Route optimization

Route optimization membantu bisnis Anda mempertimbangkan semua variabel serta secara efisien merencanakan dan menjadwalkan pengiriman ke pelanggan Anda. Ini memastikan produk Anda dikirim secepat dan semurah mungkin. Anda juga dapat merutekan ulang kendaraan pengiriman jika pelanggan menjadwal ulang tanggal pengiriman saat barang sudah keluar untuk pengiriman.

  1. Pelacakan barang dan kurir secara real-time

Fitur ini bermanfaat bagi kedua pihak, perusahaan dan pelanggan. Mereka dapat melacak lokasi yang tepat dari kurir dan mengetahui perkiraan waktu pengiriman pesanan. Hal ini juga akan membantu melihat KPI kurir dan bertindak cepat jika terjadi suatu hal tak terduga. 

  1. Alokasikan kiriman secara otomatis ke kendaraan yang tepat

Memetakan kiriman dengan kendaraan pengantaran secara manual membutuhkan banyak waktu dan upaya yang tidak sedikit. Misalnya, memisahkan jenis kiriman berdasarkan beberapa kategori, membuat daftar kendaraan yang tersedia, dan memilih kendaraan mana yang cocok untuk barang tertentu.

Hal ini mungkin tidak menjamin perusahaan dapat memanfaatkan kapasitas kendaraan secara maksimal. Namun, dengan fitur load optimization, Anda dapat mengotomatisasi seluruh proses. Alhasil, dapat membuat menghemat banyak waktu dan memaksimalkan kapasitas kendaraan dengan tampilan 3D. 

  1. Bukti pengiriman secara digital

Hampir semua last mile delivery software dilengkapi dengan fitur untuk mengumpulkan dan mengunggah bukti pengiriman secara digital. Hal ini dapat dilakukan dengan mengambil foto pesanan setelah diletakkan di depan pintu pelanggan atau mendapatkan OTP dari pelanggan, yang telah diterimanya di alamat email atau nomor telepon yang terdaftar. Bukti pengiriman digital juga dapat membantu meningkatkan keamanan pengiriman di tengah pandemi karena sifatnya yang tanpa kontak (contactless delivery).

Menerapkan proses last mile yang efisien menawarkan peluang berharga bagi bisnis untuk beradaptasi dengan perubahan permintaan pelanggan dan membedakan penawaran mereka dari kompetitor Anda. 

Mengintegrasikan perangkat lunak seperti MileApp ada dapat membantu Anda menyingkirkan semua masalah terkait pengiriman Anda dengan teknologi fleksibel sesuai kebutuhan bisnis Anda.