warehouse management system
warehouse management system

Pandemi COVID-19 bersama dengan penerapan karantina di berbagai wilayah telah menyebabkan perlambatan besar-besaran di semua rantai pasokan. Di sisi lain, terjadi percepatan transformasi operasi bisnis dan industri logistik.

Pada akhir tahun 2020, pasar Warehouse Management System (WMS) bernilai $2,4 miliar. Angka ini diperkirakan terus tumbuh karena meningkatnya jumlah pesanan, ledakan e-commerce, dan kebutuhan gudang. Pertumbuhan WMS tersebut diperkirakan akan mencapai $ 5,1 miliar pada tahun 2025.

Terlepas dari penutupan bisnis dan hilangnya pekerjaan secara luas, permintaan kebutuhan  barang untuk berbagai kalangan konsumen telah mengalami peningkatan. Hal ini berarti layanan untuk manajemen gudang menjadi semakin penting. Berikut adalah beberapa peran dan manfaat WMS untuk mendukung bisnis selama pandemi dan kedepannya.

1. Mengatur volume barang di gudang

Banyak gudang dan pusat distribusi tetap buka sampai batas tertentu selama pandemi. Namun, beberapa tidak dapat beroperasi dengan kapasitas penuh karena pembatasan dan keadaan terkait pandemi, yang berarti pemenuhan secara keseluruhan rata-rata menjadi turun.

Bertepatan dengan penurunan volume pemenuhan, telah terjadi peningkatan permintaan pesanan. WMS sangat penting dalam memenuhi volume pesanan ini dan mengirimkan barang ke konsumen dan toko ritel.

2. Memfasilitasi Pembelian Konsumen

Konsumen bergantung pada perusahaan logistik. Dengan keterbatasan akses ke toko fisik, konsumen terpaksa memesan secara online. Terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu sehingga disarankan untuk tetap berada di dalam rumah.

Kondisi Covid-19 telah mempercepat pertumbuhan e-Commerce. Pada Mei 2020, belanja online mengalami peningkatan sebesar 77% dari tahun sebelumnya. Meskipun sebagian besar lonjakan ini bersifat tidak langsung, disarankan agar konsumen yang berbelanja online alih-alih di dalam toko demi menjaga resiko kesehatan. WMS akan membantu untuk mengoptimalkan operasional E-commerce dengan memastikan stok selalu tersedia dan barang sampai di tangan konsumen dengan tepat waktu.

3. Menjaga Pekerjaan Karyawan

Hampir setiap industri menderita karena pandemi. Sementara beberapa sektor seperti pariwisata, tekstil, makanan, dan sektor ritel menderita karena tidak aktif dan tutup, yang lain terbebani. Di sisi lain industri kesehatan, pertanian, dan transportasi harus bekerja keras sambil mematuhi pembatasan terkait pandemi.

WMS tidak hanya penting untuk menjaga operasional bisnis dan kebutuhan barang konsumen, tetapi mereka juga menyediakan lapangan kerja penting untuk industri pergudangan mereka.

Tantangan terbesar pada manajemen gudang selama pandemi adalah tenaga kerja sebesar 60%. Dari manajer gudang hingga pengemudi pengiriman, layanan pemenuhan gudang terus merekrut selama pandemi untuk memenuhi permintaan. Hal ini membantu menjaga ekonomi tetap sehat dan memberikan pendapatan berharga bagi mereka yang menjadi pengangguran karena pandemi.

Jika kebanyakan bisnis logistik dan gudang kekurangan staf sebelum pandemi maka kini sebagian besar peran yang diisi selama pandemi kemungkinan akan berlanjut ketika kehidupan normal dilanjutkan. Alhasil akan memberikan stabilitas jangka panjang bagi pekerja.

4. Mempercepat Digitalisasi

Meskipun sebagian besar industri sedang beralih ke pendekatan digital, pandemi COVID-19 tidak diragukan lagi telah mempercepat digitalisasi dan otomatisasi. Teknologi seperti Warehouse Management System (WMS) dapat membantu menciptakan organisasi yang lebih efisien dan lingkungan kerja yang lebih aman bagi karyawan.

Ketergantungan yang meningkat pada WMS dalam situasi yang menantang memungkinkan perusahaan untuk berinvestasi di masa depan mereka, yang secara positif menguntungkan konsumen dalam jangka panjang.

5. Menjaga Operasional Bisnis dalam Jangka Panjang

Manajemen gudang dengan WMS diproyeksikan tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi daripada manajemen gudang secara tradisional. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh peningkatan penjualan online, tetapi juga mencakup efek sampingan seperti pertumbuhan volume paket individu dan investasi belanja modal.

Dengan masa depan yang begitu sehat, Warehouse Management System tampaknya akan terus mendukung bisnis, konsumen, dan karyawan untuk jangka panjang bahkan setelah pandemi berakhir.